Terkait Demo di Kantor DPD Gerindra Jatim, RM Siap Tempuh Jalur Hukum

​SIDOARJO – Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo, H. Rahmat Muhajirin, SH (RM), bereaksi keras terhadap beredarnya video hoaks yang menyerang nama baiknya. Video yang diduga hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI) tersebut memicu aksi demonstrasi dari kelompok yang menamakan diri Relawan Barisan Prabowo di depan Kantor DPD Gerindra Jatim.

​Menyikapi kegaduhan tersebut, sosok yang akrab disapa Babe RM ini memberikan klarifikasi tegas dan menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap upaya pembunuhan karakter yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

​Dalam keterangannya, RM menyoroti sejumlah kejanggalan dalam video berdurasi 1 menit 13 detik tersebut. Ia menduga kuat suara dalam video itu telah dimanipulasi menggunakan AI agar terdengar arogan dan berisi narasi yang membenturkannya dengan pihak lain.

​”Saya baru lihat video ini. Isinya penuh rekayasa. Suaranya dibuat sedemikian rupa agar terdengar arogan, padahal itu potongan kata-kata yang diedit dan diframing untuk memfitnah saya. Narasinya keji sekali, bahkan sampai membenturkan saya dengan partai lain,” tegas mantan anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut.

Terkait kutipan suara mengenai lembaga penegak hukum, RM menjelaskan bahwa secara substansi struktural, posisi Polri, Kejaksaan, dan KPK memang berada di bawah koordinasi Presiden. Namun, ia menyayangkan bagaimana fakta administratif tersebut digoreng menjadi narasi negatif.

​”Pilpres kemarin dimenangkan oleh Pak Prabowo, kader terbaik Gerindra. Secara konstitusi, kepolisian memang berkedudukan di bawah Presiden. Tapi dalam video itu, suara kedua dipelintir agar tidak sesuai fakta,” tambahnya.

​Menanggapi aksi demo yang dikoordinasi oleh Diana Rosiana Samar di Surabaya, RM menyayangkan sikap para pendemo. Saat RM hadir secara langsung untuk menawarkan ruang dialog di tengah aksi, massa justru membubarkan diri tanpa alasan yang jelas.

​Saat ini, RM bersama tim hukumnya tengah mendalami konten yang diunggah oleh akun media sosial @coco tersebut. Ia memperingatkan bahwa jalur hukum akan segera ditempuh jika unsur pidana terpenuhi.

​”Kami tidak segan menyeret seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik pembuatan video hoaks yang sarat ujaran kebencian ini ke jalur hukum,” pungkas suami Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *