DPAC Balongbendo, Siapa Rela Dipimpin Orang Yang Pernah Berkhianat dan Lecehkan Partai

TOLAK KERAS WACANA KEMBALINYA H. SUBANDI PIMPIN PKB SIDOARJO

SIDOARJO – Tensi politik di internal DPC PKB Sidoarjo kian memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) bulan depan. Kabar mengenai adanya dukungan dari sejumlah pihak agar H. Subandi kembali menahkodai PKB Sidoarjo mendapat reaksi keras dan penolakan terbuka dari akar rumput.

​Ketua DPAC PKB Kecamatan Balongbendo, Sony Widato, secara tegas menyatakan bahwa dirinya sebagai pengurus anak cabang tidak akan memberikan ruang bagi figur yang dianggap telah mencederai kehormatan partai.

​Sony menekankan bahwa rekam jejak H. Subandi selama Pilkada 2024 menjadi catatan merah yang tidak bisa dihapus. Ia menyebut tindakan Subandi yang berseberangan dengan instruksi partai sebagai bentuk pengkhianatan nyata.

​”Tidak akan ada DPAC yang rela PKB Sidoarjo dipimpin kembali oleh seorang pengkhianat dan pembohong. Apalagi, ia pernah melecehkan PKB dalam kampanye Pilkada 2024. Kami sangat yakin, jangankan pengurus DPAC, para Kiai pun tidak mungkin menginginkan sosok seperti itu,” tegas Sony dalam keterangannya.

​Tak hanya soal loyalitas, Sony juga membeberkan sejumlah poin krusial yang dianggap sebagai kegagalan dan kebohongan kepemimpinan periode sebelumnya, di antaranya:

​Dugaan Korupsi Dana Banpol: Munculnya indikasi penyimpangan penggunaan dana Bantuan Politik (Banpol) periode 2021-2024.

​Penurunan Prestasi: Klaim membesarkan partai berbanding terbalik dengan fakta di lapangan, yakni menurunnya jumlah perolehan kursi PKB.

​Integritas Pribadi: Tuduhan membohongi wakilnya sendiri (Hj. Mimik Idayana) serta inkonsistensi pernyataan terkait insiden “Bukber ala Bollywood” yang melibatkan Sekda Sidoarjo dan ternyata Bupatinya juga turut hadir .

​Sebagai langkah konkret, DPAC PKB Balongbendo akan mendesak pimpinan DPC untuk segera menyerahkan dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana Banpol 2021-2024. Dokumen ini akan dikaji secara mendalam sebelum forum Muscab digelar.

​”Kami akan meminta dokumen LPJ tersebut untuk kami pelajari. Kami ingin membuktikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ketua DPC saat itu. Jika terbukti ada penyelewengan, kami tidak segan untuk membawanya ke meja hijau,” pungkas Sony dengan nada tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *