PASURUAN – Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Pasuruan bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menyebut momentum ini sebagai ujian bagi kapasitas dan loyalitas kader dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Faisol saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muscab PKB Kabupaten Pasuruan yang digelar di Kantor DPC PKB, Minggu (29/3/2026) siang.
Di hadapan para kader, Faisol menekankan bahwa di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang penuh tantangan, keberadaan kader PKB harus dirasakan langsung manfaatnya. Ia meminta seluruh pengurus untuk menanggalkan politik retorika dan beralih sepenuhnya pada politik aksi.
“Politik PKB hari ini sedang diuji. Bukan seberapa bagus kita berbicara, tapi seberapa nyata yang kita lakukan untuk membantu rakyat,” tegas Faisol Riza.
Menurutnya, PKB sebagai salah satu kekuatan politik besar di Indonesia tidak boleh terjebak dalam janji-janji manis. Rakyat, lanjut Faisol, tidak butuh penjelasan panjang lebar, melainkan kehadiran sosok yang mampu membantu menyelesaikan persoalan di lapangan.
Faisol juga mengingatkan bahwa mesin partai hanya akan bekerja maksimal jika struktur paling bawah, mulai dari tingkat PAC hingga ranting, bergerak secara aktif. Ia mengibaratkan struktur bawah sebagai fondasi utama kekuatan partai.
“Kalau PAC dan ranting tidak bergerak, maka PKB juga akan ‘tidur’. Kekuatan kita ada di bawah, bukan hanya di pusat atau provinsi,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Faisol berpesan bahwa indikator keberhasilan seorang kader bukan diukur dari tingkat kehadiran dalam seremoni formal, melainkan dari kedekatannya dengan konstituen saat terjadi masalah.
“Bukan siapa yang paling sering hadir di acara, tapi siapa yang paling hadir di tengah masyarakat. Kalau ada masalah, kita hadir membantu. Di situlah makna perjuangan yang sesungguhnya,” pungkasnya.












