JOMBANG – Bursa pemilihan Ketua DPC PKB Jombang periode 2026-2031 kini tengah diramaikan oleh sosok muda potensial, Mochamad Waliyyul Hakim. Kehadiran Hakim dalam Musyawarah Cabang kali ini membawa angin segar melalui gagasan orisinal bertajuk Politik Kehadiran dan Berdampak.
Sebagai salah satu dari enam kandidat yang muncul dalam penjaringan, sosok yang selama ini aktif di badan otonom partai tersebut merasa terhormat sekaligus siap untuk mendedikasikan diri lebih luas bagi struktur partai berlambang bola dunia tersebut.
Bagi Hakim, momentum politik ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan bukti nyata bahwa kader muda memiliki ruang untuk berkontribusi secara signifikan. Meski membawa semangat pembaruan dan visi yang progresif, ia tetap menegaskan komitmennya untuk tegak lurus dengan kebijakan pusat dan menjaga tradisi partai.
Fokus utamanya sangat jelas, yakni mengamankan kemenangan dalam Pemilu Legislatif 2029 mendatang dengan target tidak hanya mempertahankan posisi pemenang di Jombang, tetapi juga meningkatkan perolehan kursi secara signifikan.
Dalam membedah konsep Politik Kehadiran dan Berdampak, Hakim menekankan bahwa kehadiran kader PKB di tengah masyarakat tidak boleh hanya bersifat seremonial belaka. Ia ingin setiap langkah kader mampu memberikan manfaat nyata dan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia merancang transformasi internal dengan mengubah kantor DPC menjadi Pusat Kreatif Baru. Ruang terbuka ini nantinya akan difungsikan sebagai pusat pelatihan, pengembangan potensi masyarakat, hingga wadah bagi komunitas kreatif seperti pegiat seni, olahraga, hingga dunia e-sport.
Rekam jejak Hakim sendiri mencerminkan perpaduan antara latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman praktis di pemerintahan. Sebagai alumni Pendidikan Matematika UIN Sunan Ampel Surabaya, ia pernah berkiprah sebagai tenaga ahli di Kementerian Desa PDTT serta menjadi staf khusus Wakil Ketua MPR RI.
Di internal partai, perannya sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Timur menunjukkan kematangannya dalam berorganisasi. Dengan bekal pengalaman yang komprehensif ini, Hakim optimistis mampu membawa PKB Jombang menjadi organisasi yang lebih modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan semakin dicintai oleh generasi muda serta seluruh lapisan masyarakat.












