SIDOARJO – Momentum Hari Santri Nasional menjadi ajang penguatan akses pendidikan tinggi. Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai NasDem, Lita Machfud Arifin, S.H., menyalurkan 115 beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) kepada mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dengan total nilai mencapai Rp8,42 miliar.
Penyaluran beasiswa diawali dengan istigasah, doa, dan sholawatan bersama yang diikuti mahasiswa penerima serta wali mahasiswa. Program melalui jalur aspirasi DPR RI ini memberikan pembebasan biaya kuliah hingga lulus sarjana, sekaligus bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta setiap semester selama empat tahun.
Penyaluran beasiswa diawali dengan istigasah, doa, dan sholawatan bersama yang diikuti mahasiswa penerima serta wali mahasiswa. Program melalui jalur aspirasi DPR RI ini memberikan pembebasan biaya kuliah hingga lulus sarjana, sekaligus bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta setiap semester selama empat tahun.

Wakil Rektor III UNUSIDA, Dr. H. Ali Masykuri, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian Lita Machfud Arifin terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi peluang besar bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya perkuliahan.
Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, mengungkapkan jumlah penerima beasiswa meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 terdapat 83 mahasiswa penerima, tahun ini meningkat menjadi 115 mahasiswa atau bertambah sekitar 38,6 persen. Selain beasiswa, UNUSIDA juga memperoleh bantuan perangkat teknologi informasi melalui program PP-PTS.
Sementara itu, Tenaga Ahli Lita Machfud Arifin, Asmawi, menegaskan komitmen program tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pihaknya akan mengawal perkembangan mahasiswa hingga lulus, termasuk mendorong capaian IPK minimal 3,00, aktif berorganisasi, serta berprestasi secara akademik maupun nonakademik.
Melalui program beasiswa senilai Rp8,42 miliar ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Sidoarjo mampu meraih gelar sarjana dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Momentum Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa harus dilanjutkan melalui pendidikan, pemerataan kesempatan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.












