SIDOARJO – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, berlangsung meriah melalui kegiatan Motoran Santri, Rabu (21/10/2026). Mengusung semangat kebersamaan, kegiatan ini memadukan tradisi pesantren dengan kampanye keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Ratusan santri, alumni, civitas yayasan, jamaah pengajian, hingga masyarakat umum mengikuti kegiatan dengan mengenakan atasan putih dan sarung batik. Mereka berangkat bersama menuju Pendopo Kabupaten Sidoarjo, menghadirkan nuansa khas santri yang berpadu dengan komunitas otomotif. Ketua Panitia, Gus H. Bahron Nafi’, menyebut sebanyak 1.000 kupon telah disiapkan untuk menyemarakkan acara.
Ketua Yayasan PP Manba’ul Hikam, KH. Abd. Wachid Harun, menegaskan bahwa Motoran Santri menjadi sarana merawat tradisi pesantren sekaligus mempererat persaudaraan antara santri, alumni, dan masyarakat. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman, tanpa meninggalkan identitas, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan.

Ketua DPC PKB Sidoarjo sekaligus Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I., turut menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan pesantren sebagai akar historis dan kultural Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, menjaga tradisi keagamaan, serta memperkuat kepedulian sosial dan kebangsaan.
Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. Para peserta diharapkan mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghormati pengguna jalan lainnya. Semangat santri, menurut pesan kegiatan ini, harus tercermin bukan hanya dalam penampilan, tetapi juga dalam perilaku di jalan raya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan ratusan hadiah undian yang disiapkan panitia, termasuk sepeda motor listrik, kulkas, sepeda gunung, kipas angin, dan hadiah menarik lainnya. Melalui Motoran Santri 2026, Manba’ul Hikam menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat persaudaraan, melestarikan tradisi, dan menggaungkan budaya berlalu lintas yang santun serta tertib.












