SIDOARJO – Musibah kebakaran yang menimpa tempat produksi usaha tahu milik Khayat di Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian, menjadi peringatan serius bagi pelaku usaha untuk memperkuat kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Ahmad Muzzayyin, menegaskan pentingnya edukasi keselamatan kerja agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai bentuk kepedulian, tujuh anggota Fraksi PKB bersama Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo turun langsung ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi korban dan tempat usaha yang terdampak. Kehadiran para wakil rakyat tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong perhatian lebih besar terhadap keselamatan kerja di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Muzzayyin berharap, musibah ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus peringatan bagi pelaku usaha yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Menurutnya, kewaspadaan dan penerapan standar keselamatan kerja tidak boleh diabaikan demi menjaga keberlangsungan usaha serta keselamatan para pekerja.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi mengenai safety atau keselamatan kerja. Dengan pemahaman yang memadai, pelaku usaha diharapkan mampu mengenali potensi bahaya, melakukan pencegahan, serta mengambil langkah tepat ketika menghadapi situasi darurat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, usaha produksi tahu milik Khayat tersebut mempekerjakan 12 orang dan dalam peristiwa kebakaran itu tidak terdapat korban jiwa. Dugaan sementara penyebab kebakaran berkaitan dengan faktor lemahnya mitigasi kebencanaan dan keselamatan kerja hingga terjadi human error, oleh karena itu aspek kehati-hatian dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi perhatian penting.
Sebagai langkah tindak lanjut, Fraksi PKB mendorong upaya pelatihan pencegahan dan penanggulangan risiko kebakaran bagi pelaku UMKM di wilayah tersebut melalui BPBD Kabupaten Sidoarjo. Langkah ini diharapkan menjadi upaya konkret membangun budaya keselamatan kerja, sehingga pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga mampu melindungi pekerja dan aset usahanya dari ancaman kebakaran.












