SIDOARJO – Munculnya pemberitaan yang mengklaim adanya dukungan dari tokoh, Kyai, PCNU dan MWCNU terhadap kembalinya H. Subandi pimpin PKB menuai kritik pedas.
Aktivis perempuan muda Nahdlatul Ulama Sidoarjo, Durrotun Nafisah, menyayangkan narasi pemberitaan tersebut. Perempuan yang akrab disapa Ning Nafis ini menilai klaim politik yang membawa-bawa nama kyai dan organisasi secara struktural adalah langkah yang kurang beretika.
Berdasarkan foto pertemuan yang beredar baik di media daring ataupun medsos, Ning Nafis meragukan sosok-sosok yang hadir sebagai representasi resmi dari struktural NU di tingkat cabang maupun kecamatan.
”Melihat beberapa orang yang hadir dalam pertemuan tersebut, dari foto yang beredar, jauh dari representasi Kyai MWCNU apalagi PCNU,” tegas Ning Nafis saat memberikan keterangan kepada awak media.
Perempuan yang juga merupakan Ketua Fatayat NU Sidoarjo ini menambahkan bahwa gaya politik “klaim sepihak” dengan menyeret nama besar jam’iyah NU sangat melukai muruah organisasi. Menurutnya, hal ini seolah-olah mengecilkan peran NU hanya sebagai alat politik praktis.
Lebih lanjut, Ning Nafis meyakini bahwa para Masyayikh dan pengurus aktif NU memiliki integritas tinggi dan insyaallah hari ini sedang fokus tugas-tugas organisasi dan persoalan Ummat yang lebih kompleks ketimbang terjebak dalam pusaran dukung-mendukung muscab partai.
”Kami yakin tidak serendah itu para Masyayikh kita, apalagi pengurus PCNU atau MWCNU, kemudian masuk dalam pusaran politik praktis dukung-mendukung di tengah tugas dan jam’iyah dengan segala kompleksitas yang ada,” lanjutnya.
Pesan untuk Publik
Ning Nafis menekankan bahwa kader dan pengurus NU saat ini sedang berfokus pada pembenahan organisasi. Ia berharap masyarakat tidak mudah terkecoh dengan narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan opini publik tertentu.
”Kita ini paham kondisi jam’iyah kita. Saya yakin tidak mungkin para Kyai dan pengurus aktif NU terjebak dalam dinamika politik semacam ini,” pungkasnya.












