SIDOARJO – Eskalasi politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo kian memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan pada April mendatang. Menanggapi situasi tersebut, Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU), Muhaimin Kholid, angkat bicara mengenai kriteria ideal sosok yang layak menahkodai PKB Sidoarjo ke depan.
Pria yang akrab disapa Kang Imin ini menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar ajang pergantian regenerasi formal, melainkan momentum untuk mengembalikan marwah partai sebagai organisasi berbasis kader. Menurutnya, syarat mutlak bagi pemimpin baru adalah pemahaman mendalam terhadap Mabda’ Siyasi (Landasan Politik) PKB.
”PKB adalah partai berbasis kader yang di dalamnya terdapat ideologi dan nilai-nilai perjuangan. Muscab Sidoarjo harus menghasilkan pemimpin yang tidak hanya paham secara tekstual mengenai Mabda’ Siyasi, tapi juga mampu mengimplementasikannya dalam gerak organisasi,” ujar Kang Imin Senin (23/03).
Mantan Ketua Umum PC PMII Sidoarjo ini menyoroti salah satu poin krusial dalam Mabda’ Siyasi yang seringkali terabaikan dalam dinamika politik praktis, yakni kedisiplinan kader terhadap instruksi pusat.
Ia menekankan bahwa kepatuhan organisasi adalah harga mati.”Salah satu esensi penting dalam Mabda’ Siyasi adalah bahwa langkah kader harus tegak lurus. Tidak boleh ada kebijakan atau tindakan yang menentang, apalagi berlawanan dengan instruksi dan keputusan partai,” tegasnya.
Dan poin penting lainnya adalah setiap kader terutama ketua DPC yang terpilih nanti harus mengutamakan kepentingan partai dan masyarakat dari pada kepentingan peribadi atau keluarga.
