DPP PKB Tetapkan Empat Figur Kuat Calon Ketua DPC PKB Sidoarjo: Dari Sang Manajer Organisasi hingga Panglima Loyalitas

CAK NASIK, ABAH USMAN, KAJI REZA DAN IBNU AZAR FIRDAUS

​SIDOARJO – Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo secara resmi telah melahirkan babak baru dengan munculnya empat nama calon Ketua DPC yang ditunjuk langsung melalui mekanisme tim penjaringan DPP PKB.

Keempat tokoh tersebut telah disepakati di hadapan para peserta Muscab untuk melangkah ke fase krusial berikutnya, yakni Fit and Proper Test serta Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Pengumuman ini menandai babak penentuan bagi nakhoda baru yang akan membawa PKB Sidoarjo menghadapi tantangan politik ke depan yang semakin kompleks.

1. H. Abdillah Nasih
​Nama pertama yang mencuat adalah H. Abdillah Nasih, sosok yang saat ini mengemban amanah ganda sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB. Pria yang akrab disapa Cak Nasih ini merupakan pemimpin yang dipercaya untuk melanjutkan sisa kepemimpinan periode 2021-2026 pasca dinamika internal yang terjadi pada Pilkada 2024.

Di mata kader, Cak Nasih adalah arsitek organisasi yang paling memahami detail “dapur” PKB Sidoarjo hingga ke akar-akarnya. Rekam jejaknya yang pernah dua kali menjabat sebagai Sekretaris DPC dan satu kali sebagai Ketua DPC menjadi bukti nyata atas kemampuan manajerialnya yang mumpuni.

Cak Nasih dianggap sebagai satu-satunya figur yang memiliki pemahaman teknis mendalam mengenai tata kelola organisasi partai di level cabang, menjadikannya kandidat yang sangat solid dalam menjaga stabilitas internal.

2. H. Rizza Ali Faizin
​Selanjutnya, muncul nama H. Riza Ali Faizin yang dipandang sebagai jawaban strategis atas tantangan bonus demografi dan kebutuhan pendekatan terhadap Generasi Z. Garis politik Kaji Riza lahir dari sistem kaderisasi yang sangat kental dengan ideologi NU dan PKB, dimulai dari pengabdian di IPNU hingga dua kali memimpin PC GP Ansor Sidoarjo.

Saat ini, pria yang akrab disapa Kaji Reza ini memegang posisi strategis sebagai Kasatkorwil Banser Jawa Timur. Sebagai peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024, Kaji Riza memiliki modal sosial dan jaringan ideologis yang sangat kuat.

Beberapa pihak berpenangan bahwa kaji Reza dipercaya mampu membangun kembali ruang komunikasi yang sempat tersumbat akibat turbulensi politik, baik eksternal ataupun internal PKB terutama dalam merajut kembali sinergitas dengan Nahdlatul Ulama melalui jejaring Ansor dan Banser yang ia miliki.

 

3. H. Usman, M.Kes
​Kandidat kedua adalah H. Usman, M.Kes, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo serta pernah memimpin sebagai Ketua DPRD Sidoarjo periode 2019-2024. Usman dikenal sebagai politisi yang memiliki gaya komunikasi elegan dan strategi komunikasi politik yang sarat pengalaman. Hingga saat ini Abah Usman masih menjadikan rujukan bagi para legislator baik diinternal PKB ataupun lintas partai.

Gaya politik serta sikapnya yang tegas membuat Abah Usman ditunjuk menjadi “Panglima Perang” PKB pada Pemilukada 2024. Baginya integritas, wibawa partai, dan konstitusi organisasi adalah harga mati yang jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan politik sesaat.

4. Ibnu Azzar Firdaous
​Nama terakhir yang melengkapi bursa kepemimpinan ini adalah Ibnu Azar Firdaus, tokoh muda asal Taman yang namanya kerap menjadi perbincangan hangat di berbagai forum diskusi akar rumput, “Siapapun Ketuanya Cak Ibnu Sekretarisnya”.

Walaupun perbincangan ini belum tentu kebenarannya, namun sosok Ibnu yang saat ini aktif di jajaran DPW PKB Jawa Timur menjadi sinyal bahwa ia merupakan orang yang akan diletakkan oleh DPW untuk menjagan sekaligus menjadi spion hidup di tubuh DPC PKB Sidoarjo.

Ibnu dikenal sebagai politisi yang memiliki konsistensi tinggi dalam mengelola basis massa, terbukti dengan perolehan suaranya sebagai Calon Anggota Legislatif yang selalu stabil di atas angka 20 ribu pada Dapil 2 Jatim pada dua pemilu terakhir. Kekuatan dukungan dari kalangan muda serta rekam jejaknya di organisasi sayap partai menjadikan Ibnu sebagai figur potensial yang dianggap mampu mengawal regenerasi kepemimpinan PKB Sidoarjo di masa depan.

​Melalui penetapan empat nama ini, PKB Sidoarjo menunjukkan kesiapannya untuk melakukan transformasi kepemimpinan yang matang. Keempat kandidat ini membawa karakteristik yang saling melengkapi, mulai dari kekuatan manajerial, loyalitas konstitusional, kekuatan ideologis, hingga energi muda yang konsisten, yang semuanya akan diuji dalam tahap kelayakan demi kejayaan PKB di Bumi Jenggala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *