SURABAYA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur memastikan kesiapan pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon pimpinan partai di tingkat daerah. Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri, M.Pd, menyatakan bahwa pihaknya menggandeng pihak ketiga yang profesional untuk menjaga objektivitas penilaian.
Dalam keterangannya, pria yang biasa akrab disapa Mas Azam ini mengungkapkan bahwa DPW PKB Jatim resmi bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) untuk melaksanakan UKK Tahap Satu yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 10, dan 11 April 2026.
Mas Azam menjelaskan bahwa proses UKK terbagi menjadi dua tahapan besar. Tahap pertama difokuskan pada aspek psikologis calon pemimpin.
”Tahap pertama ini kami bekerja sama dengan tenaga profesional dari Fakultas Psikologi UM untuk pelaksanaan psikotes. Meskipun seluruh kewenangan akhir ada di tangan DPP PKB, namun untuk teknis pelaksanaan psikotes diamanatkan kepada DPW PKB Jatim,” ujar Pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi C DPRD Jatim ini

Setelah menyelesaikan psikotes di tahap pertama, para peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria akan melanjutkan ke UKK Tahap Dua yang bersifat lebih mendalam terkait visi, misi, dan loyalitas partai.
Mantan aktivis PMII ini juga memberikan penegasan mengenai alur seleksi yang ketat dalam tubuh partai berlambang bola dunia tersebut. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nama yang muncul di Musyawarah Cabang (Muscab) bisa melenggang ke tahap UKK.
”Penting untuk dipahami bahwa yang diundang untuk mengikuti UKK Tahap Satu dan Tahap Dua ini hanyalah mereka yang sudah berstatus sebagai Calon Ketua DPC. Jadi, ada kemungkinan Bakal Calon yang muncul saat Muscab tidak berhasil lolos menjadi Calon Ketua DPC setelah melalui tahap pengkajian struktur,” tegasnya.
Langkah ini diambil PKB Jatim untuk memastikan bahwa nakhoda DPC PKB di seluruh Jawa Timur ke depan adalah sosok yang tidak hanya memiliki elektabilitas, tetapi juga kematangan psikologis dan integritas yang teruji secara akademis maupun organisatoris.












