SIDOARJO – Gejolak klaim dukungan terhadap kembalinya H. Subandi ke PKB tuai kecaman. Pengurus Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Sidoarjo secara terbuka menyatakan kegeramannya terhadap adanya oknum yang mencatut nama organisasi untuk memberikan dukungan kepada mantan kader yang dipecat karena berkhianat terhadap partai.
Ketua DKC Garda Bangsa Sidoarjo, Wahyu Sejati, menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut merupakan pelanggaran serius karena tidak mencerminkan sikap resmi lembaga. Sebagai badan otonom (Banom) PKB, Garda Bangsa memiliki garis komando yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota.
”Kami sangat menyayangkan adanya oknum yang membawa nama Garda Bangsa untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Apalagi jika dikaitkan dengan dukungan terhadap mantan kader yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari partai,” tegas Wahyu.
Wahyu menekankan bahwa loyalitas Garda Bangsa Sidoarjo tetap “tegak lurus” terhadap keputusan partai. Ia mengingatkan seluruh kader untuk menjaga marwah organisasi dan tidak terjebak dalam manuver politik yang merugikan nama baik Garda Bangsa.
Wahyu Menegaskan dukungan kalau kemudian DKC harus bersikap, dukungan hanya diberikan kepada kader internal resmi (bukan yang sudah dipecat) untuk memimpin DPC PKB Sidoarjo ke depan.
ia juga menandakan bahwa tidak ada toleransi bagi kader atau pengurus yang melanggar aturan organisasi atau keluar dari garis komando. oleh karena itu DKC mengimbau kader dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang sumbernya tidak jelas. Segala sikap resmi organisasi hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi yang sah.
“Jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba memecah belah dengan mengatasnamakan organisasi. Situasi internal harus tetap kondusif dan solid demi marwah partai,” pungkas Wahyu.
