SIDOARJO – Peta politik di Kabupaten Sidoarjo mengikuti trend anak muda memimpin partai politik. ditubuh PKB ada satu nama yang dinilai menjadi sosok paling krusial karena jejak politiknya yang dianggap memiliki DNA dengan garis ideologis ke-Nuan yang kuat, mengakar dan berkarakter, sosok tersebut adalah H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I.
Sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo sekaligus Kasatkorwil Banser Jatim, Kaji Reza muncul sebagai figur sentral yang dianggap mampu menjawab tantangan besar partai, Ia memiliki posisi tawar yang unik karena berada di irisan yang tepat untuk merangkai kembali hubungan baik antara struktural partai dengan jamaah serta jam’iyah NU di Sidoarjo.
Berbicara politik praktis tak bisa lepas dari angka elektoral. Pria yang akrab disapa Kaji Rizza ini membuktikan kapasitasnya sebagai penggali suara (votedigger) ulung dengan meraih suara terbanyak dalam Pemilihan Legislatif lalu. Namun, kekuatannya bukan sekedar angka di atas kertas.

Kaji Rizza dikenal sebagai politisi yang memiliki jejaring hingga ke tingkat anak ranting. Rekam jejaknya sebagai mantan Ketua IPNU Sidoarjo dan dua periode memimpin PC GP Ansor Sidoarjo menjadikannya satu-satunya kader yang memiliki infiltrasi struktural dan emosional yang kuat di akar rumput.
”Beliau adalah ‘the special man’ di internal partai. Sulit menemukan sosok yang punya kelengkapan profil seperti Kaji Rizza; dia berkarakter, punya suara, dan yang terpenting ia memiliki infrastruktur politik berbasis ideologis yang butuhkan oleh PKB,” ujar salah satu pengamat politik lokal.
Sesuai dengan hasil Musyawarah Nasional (Munas) PKB yang mewacanakan adanya peremajaan di tubuh partai termasuk target pengurus PAC di usia 35-an tahun, Kaji Rizza hadir sebagai representasi nyata dari kepemimpinan anak muda. Di tengah tuntutan publik akan wajah-wajah baru yang progresif, sosoknya dianggap memenuhi kriteria sebagai motor penggerak transformasi PKB ke depan.












