IRPD Ingatkan Ujian Kekuasaan dan Mandat Rakyat

REFLEKSI HUT GERINDRA KE-18

​SIDOARJO – Momentum peringatan delapan tahun perjalanan Partai Gerindra di Sidoarjo menjadi sorotan tajam bagi para pengamat politik. Nanang Haromain, peneliti dari Institute of Research and Public Development (IRPD), menilai bahwa posisi Gerindra saat ini telah bertransformasi dari sekadar “penantang” menjadi “pemegang mandat” utama, baik di level nasional maupun daerah.

​Menurut Nanang, keberhasilan Gerindra menempatkan kadernya sebagai Presiden di tingkat nasional dan Wakil Bupati di Sidoarjo adalah pencapaian besar, namun sekaligus membawa beban tanggung jawab yang berat.

​Dalam pandangannya, kemenangan yang telah diraih justru merupakan awal dari ujian sesungguhnya. Nanang menyoroti kondisi politik Sidoarjo yang saat ini dianggap sedang tidak ideal akibat ketidakharmonisan di level pimpinan daerah.

​”Situasi politik Sidoarjo hari ini sedang tidak baik-baik saja. Konflik terbuka antara Bupati dan Wakil Bupati bukan lagi sekadar gosip warung kopi. Energi daerah tersedot ke tarik-menarik elite, sementara warga masih menunggu kerja nyata,” ujar Nanang.

​Tanggung Jawab Kolektif Partai
​Nanang menegaskan bahwa publik tidak akan memisahkan perilaku individu kader dari citra institusi partai. Sebagai partai pemenang, Gerindra dianggap tidak bisa berlindung di balik dalih konflik personal.

Sebagai ​penutup mantan komisioner KPU Sidoarjo ini menekankan bahwa sejarah sebuah partai tidak ditentukan oleh megahnya baliho, melainkan oleh keberanian dalam memberikan manfaat nyata bagi warga.

​”Ulang tahun ke-18 seharusnya menjadi momen refleksi: apakah kekuasaan digunakan untuk menjaga stabilitas, atau justru dibiarkan menjadi sumber kegaduhan? Semoga kemenangan tak membuat lupa arah, dan kekuasaan tak menjauhkan dari mandat rakyat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *