Pasuruan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan memungkasi tahun anggaran 2025 dengan cara yang unik dan inklusif. Bertempat di Gedung DPRD, para wakil rakyat menggelar dialog bertajuk “Jagongan Wakil Rakyat” (JAWARA) sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban publik kepada masyarakat, Jum’at (12/12/2025)
Ada yang berbeda dalam gelaran JAWARA kali ini. Jika biasanya acara diskusi dilakukan di luar sekretariat DPRD seperti kebun kopi, Centra UMKM atau bantaran sungai, di penghujung tahun ini justru diadakan di kantor DPRD dengan menghadirkan dua seniman ikonik Pasuruan, yakni Rodok Rhoma dan Yoyok Flash (imitator Rhoma Irama dan Iwan Fals).
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian ikhtiar dari DPRD untuk menyapa dan bersilaturahmi secara lansung dengan masyarakat, dan momen akhir tahun ini juga bisa dijadikan ajang pertanggungjawaban kinerja DPRD selama tahun 2025 kepada masyarakat.
”Ini merupakan edisi JAWARA pertama yang diadakan langsung di kantor DPRD. Biasanya kita berpindah-pindah di centra UMKM, Kebun Kopi dan Bantaran sungai. Ini adalah simbol keterbukaan dan bentuk pertanggungjawaban publik kami kepada masyarakat Pasuruan di penghujung tahun 2025,” ujar politisi yang baru ditetapkan sebagai sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan ini.
Senada dengan Ketua Dewan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menegaskan bahwa kehadiran “legenda KW” tersebut bukan sekadar hiburan semata. Hal ini merupakan komitmen dewan dalam mengangkat harkat seniman lokal.
”Kami mengundang Rodok Rhoma dan Yoyok Flash sebagai bentuk apresiasi. Mereka adalah aset seni Pasuruan. Dengan memberi mereka panggung di kantor rakyat, kami ingin memperkenalkan sekaligus memberdayakan para seniman agar ke depan industri hiburan lokal kita semakin berkembang,” jelas Zaini.
Di sisi lain, nuansa segar juga dibawa oleh politisi muda Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD, Adinda Denisa. Dalam sesi diskusi Catatan Akhir Tahun, Adinda menekankan pentingnya regenerasi dalam pembangunan daerah.
”Keterlibatan anak muda dalam pembangunan saat ini sifatnya wajib, bukan lagi pilihan. Fokus kita ke depan adalah penguatan bidang usaha dan industri kreatif berbasis digital. Kami ingin memastikan anak muda Pasuruan punya ruang seluas-luasnya untuk berinovasi,” tegas Adinda.
Acara JAWARA ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, pegiat seni, hingga perwakilan warga. Selain menjadi ajang laporan kinerja, forum ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi langsung guna menyongsong tahun 2026 yang lebih baik.
