SIDOARJO – Ketidakhadiran Bupati Sidoarjo Subandi dalam peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Tambakrejo menjadi sorotan. Apalagi, momentum tersebut diwarnai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang mendoakan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menjadi Bupati Sidoarjo.
Momen itu sontak memantik perhatian publik. Agenda peresmian koperasi yang berorientasi pada penguatan ekonomi desa tersebut berubah menjadi panggung yang menyedot perhatian politik, terutama setelah nama Mimik disebut dalam konteks kepemimpinan Kabupaten Sidoarjo.
Doa yang disampaikan Zulhas pun berpotensi ditafsirkan sebagai sinyal politik. Meski demikian, pernyataan tersebut belum bisa dimaknai sebagai dukungan resmi terhadap pencalonan Mimik dalam kontestasi politik mendatang.
Di sisi lain, absennya Subandi turut memunculkan tanda tanya di tengah sorotan publik. Namun, tanpa penjelasan resmi mengenai alasan ketidakhadirannya, situasi tersebut tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan dinamika hubungan politik antara Bupati dan Wakil Bupati.
Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana agenda pemerintahan dapat bersinggungan dengan percakapan politik lokal. Nama Mimik kini menjadi perhatian setelah mendapat doa terbuka dari seorang pejabat tinggi pemerintah pusat di hadapan publik.
Publik pun menanti apakah momen tersebut sekadar doa spontan atau akan berkembang menjadi percakapan politik yang lebih luas. Di tengah dinamika kepemimpinan Sidoarjo, satu pernyataan telah memantik spekulasi, sementara arah politik ke depan masih menunggu perkembangan.












