Rizza Ali Faizin Nahkodai PKB Sidoarjo, Ini Lima Tantangan Besar yang Menanti

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB resmi menetapkan H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dengan sejumlah nama kuat yang turut bersaing, di antaranya H. Usman, mantan Ketua DPRD Sidoarjo sekaligus Wakil Ketua DPC PKB, serta Abdillah Nasih yang kini menjabat Ketua DPRD Sidoarjo dan pernah menjadi Sekretaris DPC PKB selama dua periode.

Terpilihnya pria yang juga menjabat Kasatkorwil Banser Jawa Timur itu sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Meski tergolong muda, Rizza dinilai memiliki kapasitas untuk mengembalikan hubungan harmonis antara Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB di tengah tingginya pragmatisme politik serta biaya politik yang terus meningkat.

Latar belakangnya sebagai mantan Ketua Cabang IPNU dan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo selama dua periode menjadi modal penting. Banyak kalangan menilai kepemimpinannya dapat menghadirkan kembali idealisme politik warga muda NU sekaligus memperkuat basis kaderisasi yang selama ini menjadi kekuatan utama PKB.

Tantangan pertama yang dihadapi Rizza adalah menjawab ekspektasi DPP PKB untuk merajut kembali hubungan ideologis antara PKB dan NU. Di tengah dinamika politik yang semakin pragmatis, penguatan nilai perjuangan dan identitas partai berbasis warga nahdliyin menjadi pekerjaan besar yang harus segera diwujudkan.

Tantangan Kedua adalah menjadi katalisator sekaligus jembatan bagi seluruh kepentingan internal partai pasca suksesi kepemimpinan DPC dan Pilkada 2024. Rizza dituntut mampu merangkul seluruh elemen PKB, termasuk para politisi senior dan tokoh sentral partai seperti kelompok MI45 maupun Bumi Sholawat.

Tantangan Ketiga, kebutuhan menghadirkan kantor sekretariat DPC PKB yang mandiri juga menjadi pekerjaan rumah penting, mengingat kantor yang saat ini digunakan masih merupakan aset NU yang berasal dari hibah keluarga almarhum H. Saiful Ilah.

Keempat di bidang politik elektoral, Rizza menghadapi tantangan besar untuk mengembalikan kekuatan PKB di Sidoarjo. Target mempertahankan bahkan meningkatkan perolehan 18 kursi legislatif serta merebut kembali posisi pimpinan DPRD menjadi agenda strategis ke depan.

Terakhir Tak kalah penting, ia juga dituntut membawa PKB menjadi partai yang lebih profesional, modern, dan mampu menarik generasi muda tanpa terjebak pada praktik pragmatisme politik yang selama ini menjadi tantangan banyak partai politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *