Demi Hadapi Tantangan Bonus Demografi, Aktivis Muda NU Berharap ada Regenerasi di Tubuh PKB

​SIDOARJO – Gelombang tuntutan perubahan mulai berembus kencang di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo. Salah satu aktivis Badan Otonom (Banom) kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) secara terang-terangan menyuarakan urgensi regenerasi kepemimpinan di tubuh DPC PKB Sidoarjo.

​Suara perubahan ini ditegaskan oleh Choirul Mu’minin, M.Pd., M.I.Kom, tokoh muda NU yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP Ansor Sidoarjo. Pria yang akrab disapa Pak Choy ini menilai langkah regenerasi tersebut sangat krusial mengingat tantangan demografi dan dinamika politik di “Kota Delta” yang semakin kompleks.

​Para aktivis muda ini memandang bahwa sistem politik saat ini membutuhkan pola gerakan yang lebih segar, inklusif, dan ramah terhadap generasi milenial serta Gen Z. Pak Choy menekankan bahwa tanpa perubahan pola gerakan, partai akan sulit menjawab tantangan zaman.

​”Sistem politik di Sidoarjo membutuhkan pola dan sistem gerakan yang ramah untuk anak muda. Kita harus adaptif dengan perubahan yang ada,” ujar Pak Choy.

​Salah satu poin utama yang disoroti adalah pentingnya akselerasi perjuangan antara PKB dan Nahdlatul Ulama melalui sentuhan teknologi. Menurutnya, regenerasi akan memudahkan penyelarasan visi dengan NU, terutama dalam mengadopsi teknologi informasi sebagai alat komunikasi politik.

​”Hari ini, sistem digitalisasi dan IT bukan lagi pilihan, melainkan infrastruktur utama perjuangan. Pemimpin muda akan lebih lincah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam mesin partai demi memenangkan hati konstituen,” lanjut praktisi muda NU ini.

​Pak Choy juga memberikan pengingat kepada pengurus tingkat wilayah (DPW) dan pusat (DPP) agar lebih peka terhadap situasi di lapangan. Ia menyoroti langkah partai-partai lain di Sidoarjo, seperti Golkar, NasDem, dan Demokrat, yang sudah mulai melakukan transformasi dengan menempatkan sosok muda di posisi-posisi strategis.

​”Kami berharap DPW dan DPP PKB memperhatikan aspirasi ini. Jangan sampai kita kehilangan momentum. Di Sidoarjo, partai lain sudah memulai langkah moderasi dan regenerasi tersebut. PKB harus lebih progresif jika ingin tetap menjadi pemenang di hati anak muda,” tegasnya.

​Gerakan ini diklaim bukan sekadar suksesi figur atau perebutan kekuasaan, melainkan upaya konkret untuk memperkuat posisi Ketua Umum DPP PKB dalam kancah politik nasional. Pola gerakan kekinian yang dibawa oleh anak muda diyakini akan lebih efektif dalam membantu pencapaian tujuan politik kebangsaan yang dicanangkan oleh pusat.

​Dengan struktur yang lebih adaptif dan energik, DPC PKB Sidoarjo diharapkan mampu mempertahankan basis massa tradisionalnya sekaligus merangkul pemilih baru melalui pendekatan yang relevan dengan tren masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *