PASURUAN – Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I, memaparkan berbagai dampak nyata pelaksanaan APBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2025 yang telah dirasakan masyarakat. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Lek Sul tersebut, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan oleh warga.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Jagongan Wakil Rakyat (JAWARA) yang digelar di Pendopo Pemandian Sumber Air Panas Wong Kepulungan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat terkait pelaksanaan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Samsul menjelaskan bahwa APBD 2025 telah diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga program pemberdayaan ekonomi. Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan yang tertuang dalam APBD merupakan hasil dari proses perencanaan yang melibatkan aspirasi masyarakat. Usulan dari tingkat desa, kecamatan, hingga berbagai forum pembangunan menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan pemerintah daerah.
Samsul juga menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Pasuruan dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan APBD. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“APBD harus benar-benar hadir untuk rakyat. Karena itu, keberhasilan pembangunan harus dapat diukur dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan,” tegas Samsul. Ia berharap capaian pembangunan tahun 2025 dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kemajuan Kabupaten Pasuruan di masa mendatang.
