Surabaya – Kabar duka menyelimuti dunia aktivisme. H. M. Sholeh, SH, yang akrab disapa Cak Sholeh, dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah pada Jumat (7/8/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pejuang keadilan.
Semasa hidup, Cak Sholeh dikenal luas melalui gerakan “No Viral No Justice”. Lewat konten-konten yang ia unggah di media sosial, berbagai persoalan masyarakat yang semula mandek dan sulit mendapat perhatian akhirnya mencuat ke publik. Tak sedikit kasus yang kemudian menjadi perhatian aparat penegak hukum hingga menemukan titik terang.
Jiwa aktivisme Cak Sholeh telah tumbuh sejak usia muda. Ia dikenal aktif dalam berbagai gerakan perjuangan masyarakat dan bahkan disebut pernah merasakan dinginnya jeruji besi pada masa pemerintahan Orde Baru karena aktivitas kritisnya dalam menyuarakan aspirasi rakyat.
Semangat perjuangannya tak pernah surut hingga akhir hayat. Dalam berbagai isu publik, Cak Sholeh masih aktif turun ke lapangan, termasuk dalam aksi massa yang mengkritisi kebijakan Bupati Sadewo. Ia juga mendampingi warga yang akrab disapa Abah Dur dalam penolakan terhadap penerapan loket retribusi akses masuk Bendungan Lahor Karangkates.
Di bidang pendidikan dan keagamaan, Cak Sholeh mengemban amanah sebagai Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen. Dedikasinya dalam membangun pendidikan berbasis pesantren menjadi bagian penting dari pengabdiannya kepada masyarakat.
Menurut informasi yang beredar, jenazah almarhum akan disemayamkan dan dimakamkan di kompleks pemakaman Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, pada Jumat (7/8/2026) pagi sebelum pelaksanaan salat Jumat. Kepergian Cak Sholeh menjadi kehilangan besar bagi dunia aktivisme, namun semangat perjuangannya dalam membela masyarakat kecil diyakini akan terus dikenang dan menginspirasi banyak orang.
