MALANG – Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga kawah candradimuka yang diharapkan mampu melahirkan negarawan berintegritas, jujur, dan bermoral tinggi. Pesan tersebut menjadi refleksi penting dalam momentum Hari Santri Nasional 2026.
KH. M. Tolhah Al-Fayyad, Lc., M.Pd., Ketua MDS Rijalul Ansor Kabupaten Malang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur I Bululawang, menyampaikan peran strategis pesantren dalam dialog Spektrum Channel Sembilan.
Menurut Gus Tolhah pendidikan pesantren tidak cukup hanya membekali santri dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membentuk karakter, akhlak, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di tengah tantangan krisis keteladanan, nilai kejujuran, amanah, dan moralitas menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin yang tidak sekadar cerdas, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan rakyat. Kekuasaan harus dipandang sebagai amanah, bukan alat untuk mengejar kepentingan pribadi.
Momentum Hari Santri 2026 pun menjadi pengingat bahwa kontribusi pesantren tidak boleh berhenti di ruang pendidikan dan dakwah. Pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai dan akhlak.
