Malang – Nama Muhammad Anas Muttaqin atau yang akrab disapa Sam Anas kian mencuat sebagai salah satu figur potensial dalam konstelasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang. Sosoknya disebut-sebut sebagai rising star yang memiliki kombinasi kuat antara basis kultural, pengalaman organisasi, hingga rekam jejak politik yang mumpuni.
Sam Anas merupakan putra daerah Malang yang tumbuh dari lingkungan religius. Ia berasal dari keluarga besar Pondok Pesantren di Kebonsari, yang dikenal memiliki pengaruh kuat dalam membentuk karakter keislaman dan kedekatannya dengan kalangan ulama. Latar belakang ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan politiknya di PKB yang identik dengan kultur nahdliyin.
Sejak muda, Sam Anas telah aktif sebagai aktivis kampus dan organisatoris seperti Ansor dan KNPI. Ia juga pernah menjadi ketua Karang Taruna Kota Malang. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta jejaring yang terus berkembang hingga saat ini. Karakter aktivis ini pula yang membuatnya dikenal adaptif dan mampu membaca dinamika sosial-politik, khususnya di kalangan generasi muda. Sam Anas juga dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi, termasuk meluncurkan ambulan gratis Sahabat Sam Anas sebagai bentuk kehadiran dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Jam terbang politik Sam Anas juga terbilang matang. Ia berkiprah sebagai konsultan politik yang turut mengantarkan beberapa kepala daerah serta pernah menjadi tenaga ahli DPR RI. Pengalaman di tingkat nasional ini memperkaya perspektifnya dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan, yang kemudian ia bawa ke level daerah.
Tak hanya itu, Sam Anas dikenal memiliki jaringan luas yang mampu merangkul berbagai kalangan. Kedekatannya dengan para kiai serta basis akar rumput menjadi kekuatan tersendiri. Hal ini terbukti dari capaian elektoralnya pada Pileg Kota Malang 2024, di mana ia berhasil meraih suara terbanyak di Kota Malang dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kader unggulan PKB.
Sam Anas menyampaikan pandangannya terkait arah PKB ke depan di Kota Malang. Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan loyalitas kader sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.
“PKB ini rumah besar bagi semua kalangan, terutama warga nahdliyin. Ke depan, yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kekompakan dan terus hadir memberikan solusi bagi masyarakat,” ujar Sam Anas.
Ia juga menekankan bahwa politik harus dijalankan dengan pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan publik. PKB harus tampil sebagai partai modern namun tetap mempertahankan kekuatan tradisional sebagai bagian dari nilai perjuangan partai.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, baik di sektor infrastruktur, SDM, ekonomi, maupun kesejahteraan,” tambah wakil ketua DPC Kota Malang ini.
Di parlemen, kinerja Sam Anas juga mendapat sorotan. Sebagai Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, ia dinilai aktif dalam mengawal isu-isu strategis, khususnya di bidang pembangunan dan infrastruktur. Di usianya yang menginjak 41 tahun ini, kematangan leadership dan rekam jejak tersebut semakin menguatkan posisinya sebagai figur yang tidak hanya populer secara elektoral, tetapi juga memiliki kapasitas dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.
Dengan kombinasi latar belakang pesantren, kematangan berorganisasi, jejaring luas, serta kinerja politik yang teruji, Muhammad Anas Muttaqin dinilai menjadi salah satu sosok yang patut diperhitungkan dalam arah kepemimpinan PKB Kota Malang ke depan. Momentum Muscab pun menjadi panggung penting bagi menguatnya peran Sam Anas dalam menentukan arah politik partai menjadi pemenang di tingkat daerah.
