SAMSUL HIDAYAT: KONSISTEN DIJALUR PERJUANGAN

Loyalis Sejati dan Komunikator Politik Idealis

PASURUAN – Menjadi orang nomor satu di kursi parlemen Kabupaten Pasuruan bukanlah sebuah kebetulan bagi Samsul Hidayat, S.Ag, M.Si. Sosok yang akrab disapa “Lek Sul” ini adalah personifikasi dari sebuah konsistensi. Perjalanannya dari seorang pendidik di desa hingga menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2024-2029 merupakan potret nyata dari kaderisasi yang tuntas dan berjenjang.

​Dari Ruang Kelas ke Gedung Parlemen
​Jauh sebelum disibukkan dengan urusan legislasi, Samsul adalah seorang pengabdi di dunia pendidikan. Selama delapan tahun, ia mendedikasikan hidupnya sebagai guru agama, termasuk menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) di SMPN 1 Gempol dan menjabat sebagai Kepala Sekolah di MI Al Rosyad, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol.

​”Alhamdulillah, pengalaman menjadi guru dan kepala sekolah adalah modal luar biasa bagi saya. Itu adalah bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat,” kenang bapak dua putra tersebut.

​Titik balik terjadi pada tahun 2004. Demi totalitas di dunia politik melalui PKB, ia merelakan statusnya sebagai pendidik. Meski sempat gagal di percobaan pertama dan memilih mengabdi sebagai Sekretaris Desa Wonosari, garis tangan kepemimpinannya mulai terlihat jelas pada 2009. Saat peluang menjadi PNS terbuka lebar, Samsul justru memilih mengundurkan diri demi kembali bertarung di Pileg. Keputusan berani itu membuahkan hasil; ia terpilih dan kini telah memasuki periode keempatnya sebagai wakil rakyat.

​Kader Organik NU dan PKB
​Kekuatan Samsul terletak pada akar rumput yang kuat. Di tubuh Nahdlatul Ulama (NU), ia merangkak dari bawah, mulai dari tingkat Ranting hingga dipercaya menakhodai PC GP Ansor Bangil selama dua periode.
​Di internal PKB, loyalitasnya tidak perlu diragukan. Meniti karier dari bawah hingga DPAC Gempol, Samsul kini memegang amanah strategis sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan melanjutkan sisa kepemimpinan Gus Irsyad dan Sudiono Fauzan untuk masa bakti 2021-2026.

Komunikator” Politik dan “Loyalis” Sejati
​Kematangan Samsul diuji dalam dinamika Pilkada 2024. Karena loyalitas dan dedikasinya kepada pimpinan partai, ia didapuk menjadi “ujung tombak” pemenangan Gus Mujib.

​Namun, yang paling memikat dari gaya kepemimpinan Samsul adalah kepiawaiannya dalam komunikasi politik. Pasca momentum politik yang biasanya meninggalkan residu rivalitas, Samsul justru hadir sebagai jembatan. Di tangannya, ketegangan politik dengan pihak eksekutif nyaris sirna, berganti dengan harmonisasi demi kepentingan pembangunan daerah.

​Prinsip “Khoirunnas” dalam Kebijakan
​Bagi Samsul, kekuasaan hanyalah alat untuk mewujudkan kemaslahatan yang lebih luas. Ia memegang teguh prinsip: Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

“Saya berusaha memaksimalkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam pembahasan APBD. Meskipun ada keterbatasan anggaran yang membuat belum semua keinginan terealisasi, prinsip saya adalah tetap berbuat yang terbaik,” tegasnya.

Kini nama Samsul Hidayat masuk dalam calon kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, terkait dengan proses ini ia menyampaikan bahwa dirinya akan mengikuti apapun perintah dan instruksi pimpinan partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *