SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo mulai memanaskan mesin partai menjelang perhelatan Musyawarah Cabang (Muscab) 2026. Dalam momentum pergantian kepemimpinan ini, PKB Sidoarjo menetapkan kriteria ketat bagi calon nahkoda baru: wajib memiliki loyalitas tanpa batas dan integritas tinggi.
Ketua Tanfidziah DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan bahwa kriteria “harga mati” bagi ketua periode 2026–2031 adalah sosok yang mampu tegak lurus terhadap instruksi partai.
Dalam keterangan pers yang digelar usai istigosah di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Kamis (02/04/2026) malam, pria yang akrab disapa Cak Nasih ini menyatakan bahwa kesiapan panitia sudah hampir sempurna.
”Sesuai jadwal dari DPW PKB Jawa Timur, agenda Muscab akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026, bertempat di Fave Hotel Sidoarjo. Persiapan saat ini sudah mencapai 99 persen,” ujar Cak Nasih yang didampingi oleh Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sidoarjo, KH Atoillah.
Berbeda dengan periode sebelumnya, Muscab kali ini akan diawali dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kepengurusan masa bakti 2021–2026. Cak Nasih, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Sidoarjo, menjelaskan bahwa forum ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan ruang evaluasi strategis.
Terkait mekanisme pemilihan, PKB Sidoarjo tetap mengacu pada hasil Muktamar Bali yang mengombinasikan pendekatan top-down dan bottom-up, yakniPenjaringan DPP serta
Usulan DPAC.
Target utama Muscab tahun ini adalah melahirkan pemimpin yang jujur dan memiliki rekam jejak bersih. Mengingat dinamika politik Sidoarjo yang dinamis, figur ketua baru diharapkan mampu menjaga soliditas partai dan mengawal kemenangan PKB di masa mendatang.
”Kami mencari figur yang tidak hanya kompeten secara politik, tetapi juga teguh secara moral dan patuh pada garis komando partai,” pungkas mantan Sekretaris DPC PKB Sidoarjo tersebut.
