SIDOARJO – Ketegangan meledak di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Senin (12/10/2026). Massa aksi menyalakan ban bekas hingga terjadi aksi saling dorong yang membuat pagar kantor nyaris roboh. Aksi ini dipicu desakan agar dugaan penyimpangan proyek rehabilitasi SDN 1 Wonokasian diusut tuntas.
Massa gabungan dari PT Barata Persada, elemen masyarakat, dan persatuan jurnalis online menuntut transparansi anggaran proyek pembangunan sekolah tersebut. Mereka juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah yang dinilai tidak kooperatif saat dimintai klarifikasi mengenai penggunaan dana proyek.
Situasi semakin memanas ketika mediasi antara massa dan perwakilan Dispendikbud tidak menemukan titik temu. Kepulan asap hitam membumbung di lokasi, sementara aksi saling dorong membuat pagar depan kantor terancam roboh.
Kekecewaan massa bertambah lantaran Kepala Dispendikbud Sidoarjo tidak hadir menemui demonstran secara langsung. Permohonan maaf yang disampaikan melalui pengeras suara dinilai belum menjawab substansi tuntutan mereka.
Dalam aksinya, demonstran mendesak keterbukaan dokumen anggaran dan meminta tindakan tegas terhadap Kepala SDN 1 Wonokasian. Mereka juga menyoroti dugaan sikap yang menghambat kerja jurnalistik saat melakukan konfirmasi terkait proyek tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kepala Dispendikbud Sidoarjo maupun Kepala SDN 1 Wonokasian mengenai dugaan penyimpangan anggaran itu. Massa mendesak pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka agar polemik tidak berlarut-larut dan pengelolaan anggaran pendidikan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
