SURABAYA – DPW PKB Jawa Timur melakukan terobosan radikal dalam pola komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya. Mulai pekan ini, setiap Hari Jumat resmi ditetapkan sebagai Hari Fraksi PKB se-Jawa Timur, sebuah kebijakan yang memaksa para anggota legislatif keluar dari gedung parlemen dan kembali ke “rumah” partai untuk melayani masyarakat.
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (Gus Halim), menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instruksi wajib bagi seluruh anggota fraksi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dalam program ini, para anggota dewan diwajibkan untuk meninggalkan ruang kerja mereka di DPRD dan berpindah kantor ke DPW atau DPC masing-masing setiap Jumat. Tujuannya jelas: menghapus sekat birokrasi yang selama ini sering membuat rakyat segan menyampaikan keluh kesah.
“Kami ingin anggota legislatif PKB meninggalkan zona nyaman. Jangan hanya duduk di kursi empuk parlemen, tapi hadir di tengah masyarakat melalui kantor-kantor partai,” ujar Gus Halim dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Mendes PDT RI 2019-2026 ini menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi dari semangat keterbukaan PKB kepada publik di Jawa Timur. Ia menekankan bahwa setiap orang tanpa terkecuali diperbolehkan untuk datang dan berbicara secara bebas mengenai persoalan yang mereka hadapi.
Hal ini dilakukan karena PKB berkomitmen untuk hadir sebagai solusi nyata dan ingin memastikan bahwa setiap warga Jawa Timur merasa benar-benar memiliki rumah untuk bernaung di dalam struktur partai.
Dengan hadirnya Pasar Aspirasi ini, peran anggota fraksi tidak lagi hanya terbatas pada ruang sidang legislatif, melainkan meluas menjadi pendengar yang aktif di kantor-kantor partai setiap minggunya.
Strategi ini diharapkan mampu menyerap kegelisahan masyarakat secara cepat dan akurat, sehingga setiap kebijakan yang diperjuangkan oleh Fraksi PKB di tingkat pemerintahan merupakan representasi murni dari kebutuhan rakyat. Inovasi ini sekaligus menegaskan posisi PKB Jawa Timur yang tetap konsisten mengedepankan politik kehadiran di tengah-tengah masyarakat.
