Indeks

Ning Ais Dukung “Gerakan Surabaya Tanpa Gawai”

BATASI GADGET SAJA TIDAK CUKUP, ANAK BUTUH ALTERNATIF SEHAT

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKB, Ais Shafiyah Asfar, yang akrab disapa Ning Ais, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kebijakan “Gerakan Surabaya Tanpa Gawai”. Program ini dirancang untuk mengatur waktu bebas gawai bagi anak-anak di Surabaya pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.

​Menurut Ning Ais, kebijakan ini merupakan langkah krusial untuk menekan risiko penggunaan gawai (gadget) yang berlebihan pada anak-anak. Namun, ia memberikan catatan penting: sekadar membatasi penggunaan teknologi tidaklah cukup untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal.

Dalam pernyataannya, Ning Ais menekankan bahwa pemerintah dan orang tua harus bekerja sama untuk menyediakan kegiatan alternatif yang relevan dengan keseharian anak. Tanpa adanya opsi kegiatan yang menarik, kebijakan pembatasan ini justru berisiko memicu penolakan dari sang anak.

“Kalau hanya membatasi tanpa alternatif, yang muncul justru resistensi. Anak perlu ruang pengganti yang sehat,” ujar Ning Ais.

​Ia menyarankan agar waktu luang tanpa gawai tersebut diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mampu mengasah kreativitas dan fisik anak, seperti Kegiatan Olahraga, Kegiatan Seni dan Aktivitas Komunitas: Untuk memperkuat jiwa sosial dan interaksi antar-sesama.

Melalui Gerakan Surabaya Tanpa Gawai ini, Ning Ais berharap terciptanya ekosistem lingkungan yang lebih sehat bagi generasi muda di Surabaya. Ia mengajak para orang tua untuk lebih kreatif dalam mendampingi anak dan menjadikan durasi dua jam tanpa layar tersebut sebagai momentum berkualitas bagi keluarga.

​Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan anak-anak Surabaya tidak hanya terhindar dari dampak negatif kecanduan gadget, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih aktif, bersosialisasi, dan berprestasi di bidang non-digital.

Exit mobile version