SIDOARJO – Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I., menegaskan PKB siap menjadi mitra kritis pemerintah daerah. Dukungan akan diberikan terhadap program yang berpihak kepada rakyat, tetapi kritik keras hingga penolakan siap dilayangkan jika kebijakan justru bertentangan dengan aspirasi masyarakat.
Pria yang akrab disapa Kaji Reza itu menegaskan, dukungan politik bukan berarti memberikan cek kosong kepada pemerintah. Setiap program harus diuji berdasarkan manfaat, kepentingan, dan harapan masyarakat. Bagi PKB, kepentingan rakyat menjadi kompas utama dalam menentukan sikap politik.
Sikap tersebut menjadi sorotan mengingat Bupati Sidoarjo, Subandi, merupakan mantan Ketua DPC PKB. Namun, pada Pilkada 2024, Subandi terpilih melalui koalisi partai Gerindra dan Golkar. Meski memiliki sejarah politik bersama, PKB menegaskan akan tetap bersikap objektif dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Kaji Reza menekankan, PKB tidak ingin terjebak dalam sentimen masa lalu maupun kepentingan politik sempit. Ukuran dukungan bukan siapa yang berkuasa atau partai mana yang mengusung, melainkan sejauh mana kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Di mana ada rakyat, di situ PKB berpihak,” tegas Kaji Reza. Pernyataan ini menegaskan garis politik PKB Sidoarjo: mendukung ketika kebijakan membawa manfaat, sekaligus berdiri di barisan kritik ketika kepentingan rakyat diabaikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kaji Reza dalam Dialog Spektrum Channel Sembilan yang dipandu host Achmad Junaidi, Senin, 13 Oktober 2025. Melalui sikap mitra kritis, PKB menegaskan bahwa politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan keberanian mengawal kebijakan dan memastikan suara rakyat tetap menjadi panglima.
