Indeks

Profil Tokoh: Cak Umam, Akar Santri, Produk Aktivis dan Loyalis Sejati

​SURABAYA – Di balik dinamika politik Jawa Timur yang selalu menjadi barometer nasional, sosok M. Solichul Umam muncul sebagai figur yang mengejutkan banyak pihak, baik pengamat politik, group media sosial hingga dimeja tongkrongan para aktivis gerakan khususnya di Surabaya.

Ketika nama jebolan pondok pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang ini ditunjuk sebagai Bendahara DPW PKB Jawa Timur, beragam tanggapan spekulatif berpendapat bahwa ini bagian dari hasil perjalanan hidupnya yang tawadhu dan Istiqomah.

​Lahir dan besar dalam kultur pesantren yang kuat, Solichul Umam membawa nilai-nilai tawadhu (rendah hati) ke dalam kancah politik praktis. Baginya, politik bukanlah sekadar perebutan kekuasaan, melainkan bentuk pengabdian yang setara dengan khidmah di pesantren.

Cak ​Umam adalah produk tulen dari gerakan aktivis mahasiswa. Sejak muda, ia telah kenyang dengan asam garam dunia aktivis gerakan Surabaya yang keras dan multikultural.

​”Politik bagi saya adalah ruang pengabdian. Dasar-dasar santri mengajarkan kita bahwa keberkahan itu hadir melalui ketabahan dalam berproses,” ujar sosok yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini.

​Jika ada satu kata yang mendefinisikan posisi Cak Umam di tubuh PKB, kata itu adalah Loyalitas. Ia dikenal sebagai kader yang memiliki tingkat kesabaran luar biasa. Selama bertahun-tahun, ia konsisten berada di garis perjuangan partai, dalam situasi dan kondisi apapun.

Exit mobile version