Indeks

Tanggapi Wacana Kembalinya H. Subandi, Ketua DPAC Sedati Berharap DPP Utamakan Kader Loyal dan Militan Pimpin DPC

​SIDOARJO – Menanggapi isu adanya dukungan dari sejumlah DPAC agar H. Subandi kembali memimpin DPC PKB Sidoarjo, Ketua DPAC PKB Kecamatan Sedati, Syamsul Hadi memberikan pernyataan tegas. Ia mengingatkan bahwa status H. Subandi secara organisatoris sudah bukan kader lagi sejak Pilkada 2024 lalu.

​”Perlu diingat, Pak Subandi saat maju dalam Pilkada 2024 telah dikeluarkan oleh partai. Artinya, secara administratif dan ideologis, beliau saat ini bukan lagi kader PKB,” ujar Cak Syamsul saat memberikan tanggapan terkait dinamika bursa Ketua DPC PKB Sidoarjo.

​Cak Syamsul berharap DPP dan DPW PKB memberikan kesempatan kepada kader-kader potensial yang terbukti loyal dan militan. Ia mencontohkan perjuangan para kader saat PKB berada di titik nadir pada medio 2006-2009.

​”Tahun 2006-2009 adalah masa penuh perjuangan di tengah isu perpecahan internal. Meski perolehan kursi turun drastis dari 16 ke 10 kursi, para kader militan tetap tegak lurus instruksi partai. Mereka inilah yang layak memimpin, karena sudah teruji dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

​Munculkan Nama-Nama Kader ‘Asli’
​Selain nama H. Usman, Mas Reza, dan Cak Nasih yang loyalitasnya sudah tidak diragukan, Cak Syamsul menyodorkan empat nama kader “Ashli” (kader murni) yang dinilai sangat layak masuk bursa calon Ketua DPC PKB Sidoarjo:

1. ​Cak Dhomroni: Kader murni yang berjibaku saat perpecahan 2009. Ia merupakan Ketua DPAC terlama (sejak 2003) dan tetap setia meski pernah gagal di legislatif, hingga akhirnya sukses duduk di DPRD Sidoarjo sejak 2014 hingga sekarang.

2. ​Mbak Anik Maslachah: Sosok perempuan tangguh yang sukses menembus DPRD Provinsi Jatim dan menduduki posisi strategis di DPW PKB Jawa Timur. Pengalamannya dinilai sangat mumpuni untuk membawa PKB Sidoarjo naik kelas.

3. ​Bu Ainun Jariyah: Ketua Muslimat Sidoarjo yang dikenal tenang dan penuh kelembutan. Berbekal pengalaman dua periode memimpin Muslimat dan tiga periode di DPRD Sidoarjo, ia dianggap sebagai figur pemersatu.
4. ​ Achmad Amir Aslihin (Mas I’in): Tokoh di balik layar yang membantu kejayaan PKB di era Abah Ipul. Dengan rekam jejak dua periode di DPRD Sidoarjo dan kini di DPRD Provinsi, Mas I’in adalah representasi kader muda potensial.

​Sebagai kader yang merintis perjuangan dari Ketua Ranting (1998-2021), Cak Syamsul mewanti-wanti agar partai tidak melirik orang luar yang loyalitasnya belum teruji.

​”Kita tidak mau PKB hanya dijadikan tempat ‘numpang tenar’ yang setelah sukses lalu melupakan partai, bahkan bersikap dholim. Jangan sampai ada yang teriak membangun PKB tapi hasilnya nol besar. Saya berharap DPP dan DPW tidak salah memilih orang untuk memimpin PKB Sidoarjo ke depan,” pungkasnya.

Exit mobile version