Malang– Dosen Pendidikan Agama Islam sekaligus Doktor Alumni National Pingtung University Taiwan, Yoyok Amiruddin, M.Pd.I., Ph.D., menyampaikan bahwa buku Islam Ala Prabowo dapat dibaca sebagai upaya memahami program prioritas Prabowo Subianto dari perspektif keislaman, bukan semata dari sisi politik dan kekuasaan.
Menurut pria yang juga merupakan Pengurus PCI NU Taiwan ini. buku tersebut membuka ruang untuk melihat gagasan dan kebijakan Prabowo melalui nilai-nilai Islam. Pembacaan ini penting agar diskusi tentang Islam dan kepemimpinan tidak berhenti pada dinamika politik, tetapi juga menyentuh persoalan kemaslahatan masyarakat.
Ia merujuk prolog yang ditulis A. Muzani, yang mengisahkan keinginan Prabowo sebelum mendirikan Gerindra agar anak-anak Indonesia dapat minum susu. Gagasan tersebut dapat dikaitkan dengan pesan Al-Qur’an tentang pemenuhan kebutuhan pangan dan rasa aman bagi manusia.
Pesan itu tercermin dalam QS. Quraisy ayat 4, alladzi ath’amahum min ju’in wa amanahum min khauf, yang bermakna Allah memberi makan untuk menghilangkan kelaparan dan memberikan keamanan dari ketakutan.
Dalam perspektif tersebut, program prioritas seperti pemenuhan gizi anak dapat dibaca sebagai upaya menghadirkan kemaslahatan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Namun, kaitan antara gagasan dalam buku dan ayat Al-Qur’an tetap perlu dipahami sebagai penafsiran nilai, bukan klaim bahwa ayat tersebut secara langsung menetapkan suatu kebijakan.
Yoyok menegaskan, buku Islam Ala Prabowo layak dibaca secara kritis dan ilmiah untuk memahami hubungan antara gagasan keislaman, program prioritas, dan persoalan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, pembahasannya dapat memperluas ruang diskusi tentang Islam di luar perspektif politik dan kekuasaan.
