Indeks

Kuota Sekolah Negeri Terbatas, Hikmah Bafaqih Minta Orang Tua Bijak dan Libatkan Anak dalam Menentukan Sekolah

SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, memberikan imbauan tegas kepada para orang tua di Jawa Timur. Ia mengingatkan agar orang tua bersikap lebih realistis dalam memilih sekolah bagi putra-putri mereka, mengingat keterbatasan daya tampung atau kursi di sekolah negeri.

​Dalam pernyataan resminya, politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan bahwa memaksakan kehendak agar anak masuk ke sekolah negeri tertentu seringkali justru berdampak negatif.

​”Kursi sekolah negeri terbatas, orang tua jangan memaksa! Kita harus bijak dan realistis melihat peluang saat PPDB 2026 nanti,” ujar Hikmah.

Lebih lanjut, Hikmah menyoroti aspek psikologis anak dalam proses pemilihan sekolah. Menurutnya, keputusan mengenai masa depan pendidikan tidak boleh hanya datang dari satu sisi (orang tua), melainkan harus melalui diskusi bersama anak.

Hikmah menekankan pentingnya pelibatan anak dalam setiap pengambilan keputusan mengenai sekolah yang akan dituju. Ia berpendapat bahwa kenyamanan anak adalah faktor kunci dalam keberhasilan proses belajar mengajar.

Dengan melibatkan anak dalam memilih sekolah, orang tua dapat memastikan bahwa lingkungan pendidikan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak. Hikmah berharap agar tidak ada lagi situasi di mana anak merasa tidak nyaman atau tertekan karena harus menjalani pendidikan di sekolah yang murni merupakan pilihan sepihak dari orang tua.

​Melalui pesan ini, Hikmah Bafaqih mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua di Jawa Timur, untuk menyambut PPDB 2026 dengan perspektif yang lebih luas. Ia berharap proses seleksi tahun ini da

pat berjalan lebih kondusif dengan adanya kesadaran kolektif bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh status negeri atau swasta, melainkan pada kesesuaian lingkungan sekolah dengan perkembangan sang anak.

Exit mobile version