SIDOARJO – Suasana Rapat Dengar Pendapat (Hearing) di Gedung DPRD seketika memanas pada Rabu, 4 Februari 2025. Ketua Komisi A DPRD, Rezza Ali Faizin, melontarkan kritik pedas bernada keras terhadap tindakan represif oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat proses pembongkaran tembok pembatas di Perumahan Mutiara Regency.
Rezza, yang juga menjabat sebagai Ketua Satkorwil Banser Jatim, menyayangkan sikap aparat yang dinilai kehilangan nurani saat berhadapan dengan warga, khususnya kaum ibu (emak-emak) yang mencoba mempertahankan hak mereka di lapangan.
Dalam interupsi, Wakil Ketua DPC PKB Sidoarjo ini tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti standar operasional prosedur (SOP) petugas yang dianggap menyalahi aturan dan tidak melakukan kekerasan fisik.
“Kita sama-sama punya pasukan, Pak! Tapi cara-cara Anda tidak manusiawi dan tidak persuasif. Kalian ini digaji negara untuk melindungi rakyat”, tegas Rezza dengan nada tinggi.
Ia juga mengecam aksi oknum petugas yang menutup muka dan diduga melakukan pengeroyokan terhadap warga di lokasi kejadian.
“SOP Satpol PP yang menutup muka dan mengeroyok warga itu konyol dan memalukan. Di mana fungsi perlindungan masyarakatnya?” imbuhnya.
